DESA MUNJUL DALAM SEGALA KONDISI SELALU BERSAMA MASYARAKAT

Pandeglang, 27 Februari 2026
*Surat Terbuka untuk Warga Desa.*
Wargaku semua yang kami cintai…..
Kami menulis surat ini, dengan hati yang sungguh berat.
Bukan karena kami lelah mengabdi dan bukan karena kami berhenti peduli, tetapi karena kami harus jujur. kepada warga desa yang kami cintai.
Ke depan, kami tidak lagi bisa melayani. seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kami harus menyampaikan dengan terbuka,
bahwa banyak hal yang dulu bisa kami lakukan,
kini tidak lagi mampu kami wujudkan.
Kami tidak bisa lagi membangun jalan-jalan desa yang rusak, seperti yang dulu kita perbaiki bersama.
Kami tidak bisa lagi memperbaiki saluran irigasi yang rusak, padahal kami tahu. itu menyangkut sawah, panen dan penghidupan warga.
Kami tidak bisa lagi memberikan PMT untuk posyandu, seperti tahun-tahun sebelumnya, padahal itu menyangkut tumbuh kembang anak-anak desa kita.
Kami tidak bisa lagi menyediakan akses wifi gratis untuk warga yang dulu menjadi jendela informasi dan sarana belajar bagi anak-anak kita.
Kami juga tidak bisa lagi menyalurkan BLT Dana Desa sebanyak dan seluas tahun-tahun lalu.
Bahkan ketika nanti bencana datang, kami harus jujur mengatakan:
kami tidak bisa berbuat banyak seperti yang pernah kami upayakan dahulu.
Dan masih banyak kebutuhan warga lainnya. yang terpaksa harus kami tunda, bukan karena kami tak mau, melainkan karena kami tak mampu.
Semua ini bukan karena kami tidak peduli.
Bukan karena kami berhenti ingin berbuat baik. Namun karena kenyataan yang harus kita hadapi bersama:
Dana Desa yang kami terima saat ini tinggal sekitar sepertiga dari tahun sebelumnya.
Sepertiga anggaran, namun harapan warga tetap utuh.
Di situlah hati kami sering terasa sesak, karena keinginan kami untuk melayani jauh lebih besar dari pada kemampuan yang kami miliki hari ini.
Kami ikut sedih, ketika tidak bisa membantu lebih banyak.
Kami ikut merasa bersalah, ketika harus menjawab kebutuhan warga dengan kata paling berat: “belum bisa.”
Maka melalui surat terbuka ini, tanpa pembelaan, tanpa alasan yang dibungkus kata-kata indah.
kami menyampaikan dengan tulus:
Kami mohon maaf. Maaf karena keterbatasan ini.
Maaf karena banyak harapan yang belum bisa kami penuhi.
Maaf karena pelayanan kami, tidak lagi seperti dulu.
Namun satu hal yang ingin kami tegaskan:
kepedulian kami tidak berkurang dan rasa tanggung jawab kami tidak hilang.
Kecintaan kami pada desa ini tetap utuh.
Dalam kondisi yang serba terbatas, kami akan menjaga amanah rakyat dengan jujur, terbuka, dan seadil-adilnya.
Dan kami mohon,
jangan biarkan keterbatasan anggaran memutus kebersamaan kita. Karena ketika dana berkurang, yang tidak boleh ikut berkurang adalah gotong royong, kepedulian dan keyakinan bahwa desa ini harus dibangun bersama. Bukan hanya oleh pemerintah desa.
Terima kasih atas pengertian, kesabaran dan doa dari seluruh warga.
Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan hari ini dan jalan yang lebih baik di hari esok.
Hormat kami,
*Iip Suramiharja*
(Kepala Desa Munjul)






